Langsung ke konten utama

LONELY


Hari ini rembulan bersinar sempurna , beberapa pasangan muda-mudi memlih  menikmatinya sambil bergandeng tangan menyusuri malam.  Obor-obor di halaman rumah telah dinyalakan,  para wanita tengah  sibuk menghidangkan makan malam sedang riuh tawa dan “kegaduhan” meramaikan meja makan.  Untuk sebuah negeri permai seperti Mesir, malam masih sama seperti  sebelumnya.  Namun...  tidak di tempat ini.  Di sini malam menyaksikan  seorang pemuda  terpekur menatap jeruji besi, kedua tangannya ditangkupkan pada lutut, seakan  memberi isyarat pada sinar purnama yang menyusup dari lubang atap bahwa “aku ingin pulang.”.  Pilu, sendu,  sepi, sedih,  rapuh, dan di antara semuanya malam memilih kata sepi.
                Usianya belum mencapai dua puluh tahun, tapi hidup telah menamparnya berkali-kali,  kini ia terjembab.  Deritanya bukanlah karena fitnah  dari wanita paruh baya di dalam istana sehingga kepala penjara menyeretnya ke sini.  Bukan. deritanya adalah sepi, telah  bertahun-tahun  ia berjuang sendiri di negeri perantauan, atau lebih tepatnya di negeri pembuangan.  Dia punya sepuluh saudara laki-laki, seorang ayah, dan dia tidak tahu kalau ibunya telah melahirkan seorang adik baginya.  Pemuda di balik jeruji itu sungguh merindukan kampung halaman.  Andai saja dia hidup di tahun 2000-an, maka  Bobby Vinton akan bernyanyi :
“Lonely. I am Mr. Lonely
I have nobody for my own
Now I am so lonely, i’m Mr. Lonely
Wish I had someone to call in the phone”
                Pemuda itu ingin pulang, kenangan buruk di masa remaja telah dibuangnya jauh.  Sudah lama ia memaafkan perlakukan kasar dari saudara-saudaranya, ia berhasil menutup lukanya dengan rapat.  Saat ini ia hanya ingin pulang.  Dadanya sesak menahan bendungan air mata. Beberapa menit kemudian, malam menyaksikan seorang pemuda menangis tersedu-sedu, kedua telapak tangannya ia tangkupkan untuk menutupi wajahnya, namun air matanya masih terlihat. (Bersambung...)

 (Terinspirasi dari Kejadian pasal 37-39)
Cihanjuang, 26 Juni 2016
Jema


picture:@rpnickson
Siapa yang sekarang lagi kesepian? hehe



Komentar